Banyak orang yang terlalu sibuk mengejar dunia sampai lupa untuk mempersiapkan kehidupan setelah didunia. Lantas bagaimana kalau tiba-tiba kita meninggal tanpa ada persiapan untuk bekal kehidupan setelahnya? Jangan sampai menyesal.
Saturday, 11 September 2021
Sunday, 15 August 2021
Ibu dan Kasih Sayangnya
Kasih sayang seorang ibu memang tidak akan pernah lekang oleh zaman. Nampak ataupun tidak kita disamping ibu kita kasih sayang beliau tetap ada sekalipun kita sudah meninggalkan beliau di dunia.
Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan ibu dari almarhumah teman masa kecil saya yang sudah meninggal sekitar 2 tahun lalu. Beliau bilang begini kira-kira "masih suka inget munah (nama teman saya) masih ga nyangka, padahal dia anaknya ceria ga malu-malu", begitu kira-kira, saya jadi paham betapa kehilangannya beliau dan mungkin rasanya sama seperti ibu-ibu lain yang mengalami hal serupa. Satu hal yang bisa saya ambil dari kejadian ini bahwa kasih sayang ibu terhadap anaknya jauh lebih besar daripada kasih sayang anak terhadap ibunya, dan artinya rasa kehilangan seorang ibu yang ditinggal anaknya lebih besar dibandingkan dengan rasa kehilangan seorang anak yang ditinggal ibunya.
Yuk lebih sayangi orang tua kita karena kita tidak tau siapa yang akan pergi lebih dahulu, selagi masih ada waktu. Alfatihah untuk almh. teman saya Munawaroh.
Saturday, 10 October 2020
Akhir Hidup yang Menyayat Hati
Umar al-khamawi (Ibnu Farid) ahli ibadah tapi memiliki pemikiran yang menyimpang tentang akidah. Ibnu farid meyakini bahwa Allah bersemayam ditubuhnya makhluk ketika makhluk itu ahli ibadah, ketika ibadahnya ekstra kepada Allah. Menurut ibnu farid jika manusia ibadah maka dia akan naik posisinya. Allah yang berada diatas akan turun dan mendekat kepada orang yang ahli ibadah. Ketika mereka saling mendekat maka mereka akan bertemu di satu titik dan disitulah dia mengatakan bahwa Allah itu makhluk dan makhluk itu Allah. Itulah yang dinamakan wihdatul wujud.
Wihdatul wujud yaitu bersemayamnya Allah dalam tubuh makhluk. Allah itu kamu, kamu itu Allah. Pemikiran ini bahaya karena merusak akidah, dimana seharusnya Allah bersemayam diatas 'Arsy. Kalau kita meyakini Allah bersemayam ditubuh makhluk maka Allah bisa salah, Allah bisa merasakan sakit ketika hamba tersebut kita pukul.
Ibnu farid tetap berpegang teguh pada pemikirannya walaupun sudah dinasehati oleh temannya bahwa nabi saja tidak pernah mengatakan bahwa dalam dirinya ada Allah, dia tidak mendapat hidayah sampai saat sakaratul maut, teman-temannya datang dan memberinya talqin (laa ilaahail Allah) disebelah telinga kanannya, namun tidak ada satu katapun yang bisa diucapkan beliau walau beliau ahli ibadah.
Lalu Allah menggelar momen yang tidak bisa dilupakan sejarah. Dia melolong seperti anjing aauuuu aauuuu, sampai akhir hidupnya terus melolong. Nauzubillah.
Para ulama dalam kitab sakaratul maut (washidatuhu) yaitu beratnya sakaratul maut dimana perkara yang menjadikan kehidupan akhirat kita rusak itu kalau hubungan kamu dengan Allah sudah rusak dalam bentuk akidah yang salah, maka Allah akan tinggalkan kita sebagaimana kita meninggalkan Allah dalam masalah akidah. Nauzubillah. Memang benar Allah akan mendekat kepada hambanya yang ahli ibadah, tapi bukan secara fisik. Semoga kita bisa ambil hikmah dari kejadian ini dan semoga kita bukan termasuk golongan yang lalai. Aamiin.
Thursday, 27 August 2020
Pura-pura Mengejar Akhirat?
Akhir-akhir ini pikiranku selalu terbayang sebuah tulisan yang aku baca di sosmed tentang pura-pura mengejar akhirat padahal tujuannya hanya untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan dunia. Contohnya apa? Misal kalian melakukan sholat sunnah dhuha dan kalian hanya berdoa supaya punya pekerjaan yang mapan, rezeki berlimpah, punya rumah yang bagus. Atau kalian sholat malam tapi doa yang kalian panjatkan hanya memohon jodoh agar segera datang. Kalian membaca sholawat nabi agar barang yang kalian inginkan bisa terbeli.
Hey mana doa memohon diringankan hisab, dihindarkan dari siksa kubur, dan doa memohon agar masuk surga? Doa memohon jodoh padahal kalian tahu kalau jodoh tidak akan tertukar dan akan datang saat kalian sudah siap, membaca sholawat nabi hanya untuk perkara dunia padahal sholawat nabi adalah sebuah bentuk kecintaan dan kerinduan kita kepada Rasulullah saw bukan malah untuk mendapat barang bagus atau mahal. Sholat dhuha memang benar untuk mendapatkan rezeki tapi janganlah doa melulu untuk perkara dunia, jangan lupa untuk perkara akhirat juga yang kita belum tau nasib kita nanti bagaimana, mohonlah untuk selalu istiqomah dijalan Allah, diringankan hisab ketika di padang mahsyar dan berdoa mohon ampunan kepada sang pencipta Allah SWT dan semoga kita termasuk penghuni surgaNya aamiin.
Semoga kita bukan termasuk orang yang lalai dan merugi, aamiin.
Wednesday, 24 June 2020
Amalan sederhana
Thursday, 9 April 2020
Sebuah Rasa
Aku belakangan bingung kenapa begitu banyak orang di luaran yang mempermainkan perasaan, aku belakangan melihat teman ada yang tiba-tiba cerita dan menangis mengaku kena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), temanku perempuan. Lalu ada yang jelas-jelas sudah mempunyai pasangan (suami) tapi malah menjalin hubungan dengan pria lajang lain dan usianya lebih muda dan satu kerjaan. Suaminya tahu tidak? jelas Tidak. Kami sudah menasehati kalau itu salah, tapi mental.. Dan terakhir ada seorang suami yang membawa uang perusahaan dan pada akhirnya sang istrilah yang harus mengganti uang tersebut, jelas dia menangis sang suami kabur membawa uang perusahaan, dia yang harus mengganti uang tersebut dengan nominal yang tidak sedikit, ditambah suaminya yang tidak pulang-pulang.
Aku sendiri yang belum menikah akhirnya takut untuk menikah, kenapa?
Dengan beberapa kejadian belakangan yang aku liat sendiri mulai dari kekerasan yang dialami rekan kerjaku sendiri, mulai hilangnya rasa sayang terhadap suami sendiri dibuktikan dengan menjalin hubungan dengan pria lain.
Aku mulai berpikir apakah segampang itu perasaan terhadap seseorang berubah? Atau kok bisa seseorang memiliki 2 rasa terhadap orang yang berbeda padahal nyatanya hati itu cuma satu kenapa harus berbagi? Atau rasa itu bisa hilang dengan sendirinya ketika seiring berjalannya waktu hanya karna ada orang lain yang kita anggap lebih baik dan pada akhirnya meninggalkan seseorang yang bahkan sudah menjadi pasangan halal yang telah menemani kita dari awal. Segampang itukah orang-orang mempermainkan perasaan pasangannya?
Tugasku sekarang adalah memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik, memantaskan diri karena aku yakin jodoh kita itu cerminan dari diri kita sendiri. Semoga kita semua selalu bahagia dimanapun yaa ❤
Tuesday, 15 October 2019
Hate comment
Orang yang bersembunyi dibalik jari mereka, orang yang bersembunyi di balik akun palsu. Orang yang hanya iri, tidak mampu dan tidak berdaya. Tapi sangat berdampak besar terhadap korban. Di era globalisasi sekarang dimana teknologi semakin canggih, dan memudahkan para pelaku membully korban. Mulai dari komen jahat, mengejek secara langsung, atau bahkan teror.
Haters apakah termasuk pembulian?
Menurut saya IYA. Korban yang hanya bisa menghindar atau bahkan tidak bisa menghindar dan hanya menangis, mereka tidak bersalah namun diperlakukan seperti itu oleh oknum yang hanya iri terhadap mereka. Namun bagaimana tindakan pemerintah kita terhadap para pelaku hate comment atau haters? tentu ada undang-undang tentang Informasi transaksi elektronik (ITE) dengan ancaman penjara 6 tahun atau denda 1 miliar rupiah. Namun apakah dengan adanya hukuman tersebut bisa membuat mereka jera?
Menurut saya IYA. Namun dalam kenyataannya banyak korban yang hanya diam, takut, dan tidak mengurus ke pihak kepolisian, serta lebih memilih jalur damai. Walau korban telah mengalami depresi berat akibat para haters dan lebih parahnya mereka ada yang bunuh diri akibat merasa hidupnya tidak berguna lagi dan sudah tidak tahan terhadap omongan-omongan jahat yang belum tentu benar tersebut.
Sebagai contoh untuk kasus yang baru terjadi tanggal 14 Oktober 2019 kemarin, idol wanita korea sulli (Choi jin ri) ditemukan meninggal karena bunuh diri dengan cara gantung diri di lantai 2 rumahnya.
Di duga karena depresi berat akibat komen-komen jahat di media sosial tentang dirinya. Sulli sendiri sudah mendapat komen-komen jahat sejak lama. Sulli pernah mengatakan "Aku menuntut orang yang berkomentar jahat. Tetapi setelah aku tau dia berkuliah di tempat yang bagus, aku membatalkan tuntutannya. Aku tidak mau menghancurkan masa depannya dengan gelar kriminal karena berkomentar jahat."
Iya, saya membaca ini merasa sulli like an angel, sekalipun dengan para pelaku yang telah jahat terhadap dia, dia masih merasa kasian dan memikirkan masa depan pelaku.
Saya harap tidak ada lagi sulli yang lain, walau di luar sana tentu banyak yang masih terkena bullying dan depresi. Semoga dengan kejadian ini kita bisa ambil hikmah untuk tidak lagi mengina, mengejek, dan komen kebencian. Ingat semua akan dihisab terhadap apapun yang kita lakukan termasuk komen-komen dalam media sosial.
Untuk Sulli Rest in Peace.

